BAHASAKU
Friday, July 16, 2021
Monday, July 27, 2020
BAHASA INDONESIA UAS
ANALISIS EJAAN YANG
DISEMPURNAKAN
Vicky Rakhmatullah Syahrosi
S1 Tekhnik Informatika
vicky.karep@gmail.com
Vicky Rakhmatullah Syahrosi
S1 Tekhnik Informatika
vicky.karep@gmail.com
Abstrak
Tujuan penelitian teks ini
adalah untuk mengetahui
seberapa banyak
tingkat kesalahan penulisan
yang dilakukan mahasiswa
dalam penggunaan
bahasa tulis dalam menyusun
suatu proposal skripsi.
Metode yang digunakan
dalam penganalisissan data
penelitian teks ini
adalah metode teks,
yaitu
mengumpulkan sejumlah teks sampel, selanjutnya
membaca dan menganalisi
penulisan yang dilakukan
mahasiswa, dan juga menggunakan metode
deskriptif
analisis. Hasilnya, 1) kesalahan
penulisan huruf besar
(kapital) pada proposal
mahasiswa STAIN Curup
semester VIII tahun
akademik 2012/2013 sebanyak
850 kata, dengan
persentase 40,59%; 2)
kesalahan penulisan ejaan
pada
proposal mahasiswa STAIN
Curup semester VIII
tahun akademik 2012/2013
sebanyak 681 kata, dengan
persentase 32, 52 %; 3)
Kesalahan penulisan kata
depan (di, ke dan dari) pada
proposal mahasiswa STAIN
Curup semester VIII
tahun akademik 2012/2013 sebanyak 282 kata, dengan
persentase 13,46%; 3)
Kesalahan penulisan tanda baca titik (.), koma (,), titik dua (:),
titik koma (;), dan
petik (“) pada proposal mahasiswa sebanyak 281 kata,
persentasenya 13,41%.
Tujuan penelitian teks ini
adalah untuk mengetahui
seberapa banyak
tingkat kesalahan penulisan
yang dilakukan mahasiswa
dalam penggunaan
bahasa tulis dalam menyusun
suatu proposal skripsi.
Metode yang digunakan
dalam penganalisissan data
penelitian teks ini
adalah metode teks,
yaitu
mengumpulkan sejumlah teks
sampel, selanjutnya membaca
dan menganalisi
penulisan yang dilakukan
mahasiswa, dan juga menggunakan metode
deskriptif
analisis. Hasilnya, 1) kesalahan
penulisan huruf besar
(kapital) pada proposal
mahasiswa STAIN Curup
semester VIII tahun
akademik 2012/2013 sebanyak
850 kata, dengan
persentase 40,59%; 2)
kesalahan penulisan ejaan
pada
proposal mahasiswa STAIN
Curup semester VIII
tahun akademik 2012/2013
sebanyak 681 kata, dengan
persentase 32, 52 %; 3)
Kesalahan penulisan kata
depan (di, ke dan dari) pada
proposal mahasiswa STAIN
Curup semester VIII
tahun akademik 2012/2013 sebanyak 282 kata, dengan
persentase 13,46%; 3)
Kesalahan penulisan tanda baca titik (.), koma (,), titik dua (:),
titik koma (;), dan
petik (“) pada proposal mahasiswa sebanyak 281 kata,
persentasenya 13,41%.
Tujuan
penelitian teks
ini adalah untuk mengetahui seberapa banyak tingkat
kesalahan penulisan yang dilakukan mahasiswa dalam penggunaan bahasa tulis dalam menyusun
suatu proposal skripsi. Metode yang digunakan dalam penganalisissan data penelitian
teks ini adalah metode teks, yaitu mengumpulkan sejumlah teks sampel,
selanjutnya membaca dan menganalisi penulisan yang dilakukan mahasiswa dan juga menggunakan metode
deskriptif analisis. Hasilnya: 1. kesalahan
penulisan huruf besar (kapital) pada proposal
mahasiswa STAIN Curup
semester VIII tahun akademik
2012/2013 sebanyak 850 kata,
dengan persentase 40,59%
2) kesalahan penulisan
ejaan pada proposal mahasiswa STAIN
Curup semester VIII tahun akademik 2012/2013 sebanyak 681 kata, dengan
persentase 32, 52%
3. Kesalahan
penulisan kata depan (di, ke dan dari)
pada proposal mahasiswa STAIN Curup semester VIII tahun akademik 2012/2013
sebanyak 282 kata, dengan persentase 13,46%;
3) Kesalahan penulisan tanda baca titik (.), koma (,), titik dua (:),
titik koma (;), dan petik (“) pada proposal mahasiswa sebanyak 281 kata,
persentasenya 13,41%.
Kata Kunci:
Analisis EYD,
I.
Pendahuluan
Bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi
baik secara lisan maupun secara tulisan. Fungsi bahasa adalah suatu alat untuk
mengungkapkan suartau suatu ide lewat pemikiran, perasaan, dan kemauan yang
murni manusiawi dan tidak instingtif, dengan pertolongan sistem lambanglambang
yang diciptakan dengan sengaja. (Abdul Chaer, 2002: 84) Penyampaian informasi
atau pesan tersebut tentunya dengan menggunakan kalimat. Maka dari itu, agar
pesan yang disampaikan oleh penutur dapat diterima oleh audien hendaknya perlu
memperhatikan penyusunan kalimat efektif, dan penggunaan ejaan atau tanda baca
yang benar.Ragam bahasa tulis adalah ragam bahasa yang digunakan melalui media
tulis, tidak terkait ruang dan waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur
sampai pada sasaran secara visual atau bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan
tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya.
Pada setiap kegiatan yang dilakukan manusia dan gerak
manusia sebagai makhluk yang berbudaya dan masyarakat, tidak pernah lepas dari
bahasa. Tidak ada kegiatan manusia yang tidak disertai oleh bahasa. Salah satu
kegiatan manusia yang setiap hari dilakukan adalah berkomunikasi. Dalam
berkomunikasi, bahasa memiliki peranan penting untuk menyampaikan berita.
Untuk menyampaikan berita (pesan, amanat, ide dan
pikiran) dibutuhkan bahasa yang singkat, jelas dan padat. Fungsinya adalah agar
segala sesuatu yang disampaikan mudah dimengerti. Namun, dalam menggunakan
bahasa tersebut pemakai bahasa tetaplah mengikuti kaidah-kaidah atau aturan
yang benar karena bahasa yang benar akan dijadikan acuan atau model oleh masyarakat
pemakai bahasa, dan ragam itu digunakan dalam situasi resmi. Kenyataannya
sekarang banyak pemakai bahasa yang tidak menyadari bahwa bahasa yang digunakan
tidak benar atau masih terdapat kesalahan-kesalahan.
Kesalahan-kesalahan ejaan yang banyak dilakukan dalam
menuliskan bahasa Indonesia yang baik dan benar, memang merupakan kesalahan umum
yang banyak terjadi, dan banyak atau pernah dilakukan oleh siapa saja diantara
kita. Namun, kalau kita mengakui bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa nasional
dan bahasa negara, kita harus berusaha menggunakannya sebaik mungkin. Bagaimana
orang lain bisa menghargai bahasa kita kalau kita sendiri tidak terlalu peduli
kepada bahasa kita itu, termasuk dalam hal penggunaan ejaan. (Alwi Hasan, 2003:
311)
Satu tradisi dalam dunia kemahasiswaan yang tidak bisa
atau bahkan sangat tidak mungkin untuk ditinggalkan oleh mahasiswa adalah
menulis. Dari kegiatan ini, mahasiswa akan menghasilkan karya yang secara umum
disebut tulisan. Dalam bentuk formal, tulisan itu berupa usulan kegiatan,
laporan kerja, tulisan ilmiah dalam jurnal, skripsi (khusus untuk mahasiswa stara S1).
Laporan penelitian karya ilmiah skripsi merupakan
karya ilmiah yang menjadi salah satu muara akhir persyaratan menjadi seorang
sarjana. Skripsi disebut dengan istilah karya ilmiah mengacu pada karya tulis yang
penyusunannya didasarkan pada kajian ilmiah, berupa data-data fakta, dengan
pendeskripsian data yang dipaparkan dengan penjelasan bahasa-bahasa ilmiah oleh
peneliti.
Untuk dapat memaparkan suatu hasil penelitian seorang
mahasiswa sekaligus peneliti, haruslah mampu menulis dalam bentuk-bentuk penggunaan
ejaan yang benar, dengan berpedoman pada buku EYD dan KBBI bahasa Indonesia.
Oleh karena bahasa yang tidak dikendalikan dengan teknik tata tulis laporan
karya ilmiah, tata bahasa Indonesia yang benar, maupun logika berbahasa ilmiah
akan mudah terinterferensi oleh bahasa daerah setempat, dialek tertentu, maupun
idiolek perorangan. Dampaknya, masyarakat dari budaya daerah lain yang
berbahasa Indonesia yang berasal dari Sabang sampai Merauke ini akan mengalami ambiguitas,
kebiasaan, bahkan dapat menyebabkan salah tafsir.
Mahasiswa sebagai orang terpelajar telah mendapat
kesempatan seluas-luasnya untuk menulis sekaligus mempelajari penggunaaan pedoman EYD dalam hal tulis menulis terutama dalam laporan
ilmiah. Hal ini memiliki konsekuensi bahwa mereka harus mampu menggunakan
bahasa baku dalam berbagai kepentingan yang bersifat resmi baik tulis maupun
lisan. Dalam hal ini, untuk menghasilkan karya ilmiah yang baik seperti
skripsi, mahasiswa perlu menguasai penggunaan EYD. Hal ini wajar karena tanpa
EYD gagasan dan pikiran yang akan disampaikan penulis kepada pembaca bisa salah
tafsir.
Kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud
lisan atau tulisan, yang mengungkapkan pikiran mengungkapkan pemikiran yang
utuh. (Werdiningsih, 2002: 77) Selanjutnya bahwa kalimat adalah serangkaian kata
yang tersusun secara bersistem sesuai dengan kaidah yang berlaku untuk
mengungkapkan gagasan, pikiran, atau perasaan yang relative lengkap. Kesatuan
kalimat dalam bahasa tulis dimulai dari penggunaan huruf kapital pada awal
kalimat dan diakhiri dengan pengunaan tanda titik, tanda seru dan tanda tanya pada akhir kalimat. (Wijajanti, 2006: 3)
Dari hasil observasi awal peneliti terhadap hasil
membaca pada proposal skripsi mahasiswa PGMI kelas reguler ternyata kemampuan bahasa
Indonesia yang dituangkan baik sebagai karya-karya tulis yang mereka susun,
maupun dari jawaban-jawaban pada waktu ujian mahasiswa belum sebagaimana yang
terdapat dalam pedoman ejaan yang disempurnakan (EYD). Berdasarkan temuan hasil
membaca tersebut, mata kuliah bahasa Indonesia pada tingkat perguruan tinggi
dipandang sangat penting ditangani secara sungguh-sungguh. Pemakaian Bahasa Indonesia
pada proposal skripsi mahasiswa juga penting untuk diteliti.
Penulisan bahasa dalam skripsi mahasiswa adalah ragam
bahasabaku, ragam bahasa ilmiah. Atas dasar pemikiran ini, peneliti ingin melakukan
penelitian tentang bagaimana penulisan huruf kapital, huruf miring, penulisan
kata depan dan penulisan tanda baca dalam proposal skripsi mahasiswa kelas
reguler prodi PGMI STAIN Curup.
Bentuk penulisan bahasa berdasarkan ejaan yang
disempurnakan (EYD) secara garis besar sebanyak 77 bentuk. Mengingat luasnya
masalah yang berkaitan dengan kesalahan bahasa tulis, perlu adanya pembatasan masalahagar
lebih terfokus pada inti permasalahan, dan teridentifikasi dengan jelas, maka
yang diteliti dalam laporan penelitian ilmiah ini adalah proposal
skripsimahasiswa kelas Reguler PGMI STAIN Curup pada semester VIII tahun
akademik 2012/2013. Oleh karena itu, masalah pokok yang diajukan adalah sebagai
berikut:
o
Pemakaian huruf kapital dalam penulisan proposal
skripsi mahasiswa reguler semester VIII PGMI tahun akademik 2012/2013;
o
Penulisan ejaan yang disempurnakan (EYD) dalam
penulisan proposal skripsi mahasiswa reguler PGMI tahun akademik 2012/2013;
o
Penulisan kata depan (di, ke, dari) dalam penulisan
skripsi mahasiswa reguler PGMI tahun akademik 2012/2013;
o
Pemakaian tanda baca: ((.) (,) (:) (;)) dalam
penulisan proposal skripsi mahasiswa reguler PGMI tahun akademik 2012/2013.
Sehubungan dengan batasan masalah yang telah dikemukakan,
maka masalah pokok yang akan dijawab dalam penelitian yang berkaitan dengan
kesalahan ejaan sebagai berikut:
o
Bagaimana pemakaian huruf kapital dalam penulisan
proposal skripsi mahasiswa reguler PGMI tahun akademik 2012/2013?
o
Bagaimana penulisan ejaan dalam penulisan proposal
skripsi mahasiswa reguler PGMI tahun akademik 2012/2013?
o
Bagaimana penulisan kata depan dalam penulisan
proposal skripsi mahasiswa reguler PGMI tahun akademik 2012/2013?
o
Bagaimana pemakaian tanda baca dalam penulisan
proposal skripsi mahasiswa reguler PGMI tahun akademik 2012/2013?
Hasil penelitian ini diharapkan berguna bagi:
v
Secara teoritis, penelitian ini memberi daya guna
pengembangan disiplin ilmu-ilmu bahasa dalam penulisan yang benar berdasarkan
EYD.
v
Secara praktis, penelitian berguna bagi:
a.
Penelitian ini dapat memberikan masukkan kepada
peneliti sebagai dosen pengampu matakuliah bahasa Indonesia, untuk lebih
menerapkan pemahaman dan penggunaan EYD dalam setiap kegiatan menulis
mahasiswa.
b.
Penelitian ini dapat memberikan masukkan kepada
peneliti untuk lebih memperhatikan penulisan EYD dalam proposal skripsi
mahasiswa.
c.
Penelitian ini diharapkan dapat menguak dan menyingkap
kesalahan berbahasa dalam proposal penelitian ilmiah skripsi mahasiswa kelas
reguler prodi PGMI STAIN Curup. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan penjelasan
tentang kenyataan hasil tulisan ilmiah mahasiswa sehingga akhirnya dapat
dilakukan pembenahan dan perbaikan kedepannya.
II.
Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan jenis penelitian
kepustakaan/library research, yakni melalui pengumpulan data atau karya tulis
ilmiah yang bersifat kepustakaan dan juga termasuk jenis penelitian deskriptif
kualitatif berupa analisis kesalahan dalam teks. Penelitian ini memiliki
karakteristik bahwa datanya dinyatakan dalam keadaan sewajarnya atau
sebagaimana adanya dengan tidak mengubah dalam bentuk simbol ataupun bilangan
karena metode penelitian ini memang tidak menggunakan data statistik.
(Widjajanti, 2006: 3)
Sumber data untuk penelitian ini
adalah proposal skripsi mahasiswa kelas reguler STAIN Curup STAIN Curup.
Penelitian analisis teks ini peneliti laksanakan di STAIN Curup dan
dilaksanakan dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan. Penelitian ini dimulai pada
bulan Juni hingga bulan Agustus.
Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, yaitu
suatu metode untuk mencari data variabel yang berupa catatan-catatan penting,
transkip, buku, prasasti dan lain sebagainya. Pengumpulan data dalam penelitian
ini yaitu proposal skripsi mahasiswa kelas
reguler STAIN Curup, sebanyak 25% persen dari jumlah mahasiswa. Instrumen yang
digunakan pada penelitian analisis teks adalah dengan menggunakan pencatatan
pada kartu data, selanjutnya dilakukan penghitungan dari data yang diperoleh.
Analisis data dalam kajian pustaka/library research
ini adalah analisis kesalahan.1 (Depdikbud, 2008: 3). Dalam hal ini analisis
kesalahan yang dimaksudkan analisis kesalahan penulisan proposal penelitian
(skripsi) pada tata bahasa baku ejaan yang disempurnakan Bahasa Indonesia yang
baik dan benar serta dengan cara pengecekkan sumber data yang terbaca itu. (Keraf
Gorys, 2003: 65).
III.
Landasan Teoritik
Ø
Penjelasan Istilah
Apa yang dimaksud dengan istilah analisis?
Analisis adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa untuk mengetahui keadaan
yang sebenarnya. (Edi, 2003: 65).
Pemakaian ejaan yang benar merupakan salah
satu faktor yang menentukan kesempurnaan bahasa skripsi. Ejaan untuk bahasa
Indonesia adalah Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). dengan demikian dapat
dikatakan bahwa kaidah bahasa skripsi adalah EYD. Pembakuan bahasa skripsi
berarti juga standarisasi penulisannya.Standarisasi penulisan menyangkut
berbagai hal. Standar artinya baku, tetap, dan tidak berubah setiap saat. Ada
kaidah-kaidah bahasa yang mantap.Kaidah-kaidah bahasa inilah yang menjadi tolak
ukur agar bahasa skripsi standar. Keseluruhan kaidah EYD tersebut dapat
ditemukan dalam buku Pedomaan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. (Gie,
2002: 119).
Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa dengan
kaidah tulis menulis yang distandarisasikan, yang lazim mempunyai 3 aspek,
yakni aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan
penyusunan abjad, aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan-satuan
morfemis, aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca.
(Pusbuk, 1988: 6).
Skripsi menurut Widodo adalah karya ilmiah
yang wajib ditulis oleh mahasiswa S1 untuk memenuhi persyaratan pendidikan
akademisnya. (Depdikbud, 1988: 6). Kemudian The Liang Gie menyatakan skripsi
adalah suatu macam karya ilmiah yang memaparkan sebuah pokok soal yang cukup
penting dalam suatu cabang ilmu sebagai hasil penelitian pustaka dan/atau
lapangan yang dilakukan oleh seseorang mahasiswa berdasarkan penguasaan
akademik dari perguruan tingginya untuk menjadi salah satu persyaratan
kelulusannya sebagai sarjana.2 (Kridalasana, KBBI. 2008 h. 54)
Ø
Ragam Bahasa Baku Indonesia
Bahasa laporan penelitian merupakan salah
satu ragam bahasa Indonesia. Ragam ini sering disebut sebagai ragam bahasa
baku, ragam bahasa ilmiah, ragam bahasa standar, atau ragam bahasa ilmu.
Moeliono menyatakan bahwa ragam bahasa baku memiliki tiga ciri dasar yaitu: (1)
Ragam bahasa standar memiliki kemantapan dinamis, (2) Ciri kedua yang menandai
bahasa baku adalah sifat kecendekiaannya, (3) Baku atau standar berpra-anggapan
adanya keseragaman. Proses pembakuan sampai taraf tertentu berarti proses
penyeragaman kaidah, bukan penyamaan ragam bahasa atau penyeragaman variasi
bahasa. (Pusbuk. EYD. 1996. h. 13).
Dalam pemakaiannya, bahasa Indonesia
ditemukan beberapa ragam bahasa. Mulai dari bahasa kehidupan sehari-hari,
bahasa anak muda, bahasa lisan, bahasa tulis, dan sebagainya. Adapun ciri-ciri
ragam baku bahasa Indonesia dapat diperikan sebagai berikut ini. Pertama, baik
secara lisan maupun tulisan, ragam baku digunakan dalam situasi resmi. Ragam
baku tidak diwarnai dengan dialek atau logat tertentu. Kedua, baik secara lisan
maupun tulisan, ragam baku menggunakan ketentuanketentuan yang berlaku dalam
Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Pedoman Umum
Pembentukan Istilah. Ketiga, baik secara lisan maupun tulisan, ragam baku
memenuhi fungsi gramatikal seperti subjek, predikat, dan objek secara eksplisit
dan lengkap. (Pusat Pembinaan Bahasa, 1987: 18).
a.
Pedoman umum ejaan yang disempurnakan: (Wijosudarmo,
1987: 193)
1.
Penulisan Huruf Kapital dalam Bahasa Indonesia.
Dalam Pedoman Umum EYD
terdapat beberapa kaidah penulisan huruf kapital.Berikut ini disajikan beberapa
hal yang masih perlu kita perhatikan.
·
Huruf kapital dipakai
sebagai huruf pertama pada awal kalimat. Contoh: Dia mengantuk; Apa
maksudnya?; dll
·
Huruf kapital dipakai
sebagai huruf pertama petikan langsung.
Contoh: Adik
bertanya:”Kapan kita pulang?”
·
Huruf kapital dipakai
sebagai huruf pertama dalam menulis ungkapan yang berhubungan dengan hal
keagamaan, kitab suci, dan nama Tuhan, termasuk kata ganti untuk Tuhan.
Contoh: Allah, Yang
Mahakuasa, Atasrahmat-Mu (bukan atas rahmatmu), dll.
·
Huruf kapital tidak
dipakai sebagai huruf pertama untuk menuliskan kata-kata, seperti, imam,
makmum, doa, puasa, dan misa.
·
Huruf kapital dipakai
sebagai huruf pertama gelar kehormatan, keturunan dan keagamaan yang
diikuti nama orang.
Contoh: Sultan
Hasanuddin, Nabi Muhammad, Imam Hanafi, dll.
2.
Penulisan Kata yang Benar Menurut EYD
Kata dasar ditulis sebagai
satu kesatuan. Contoh: Ibu percaya bahwa engkau tahu
Ø
Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai
dengan kata dasar. Contoh: bergeletar, dikelola.
Ø
Jika kata dasar berbentuk gabungan kata, awalan atau
akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau
mendahuluinya. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Contoh: bertepuk
tangan, garis bawahi.
Ø
Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat
awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan ditulis serangkai. Tanda hubung
boleh digunakan untuk memperjelas. Contoh: menggarisbawahi, dilipatgandakan.
Ø
Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam
kombinasi, gabungan kata ditulis serangkai. Contoh: adipati, mancanegara.
Ø
Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital,
diselipkan tanda hubung. Contoh: non-Indonesia.
Ø
Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan
tanda hubung, baik yang berarti tunggal (lumba-lumba, kupukupu), jamak
(anak-anak, buku-buku) maupun yang berbentuk berubah beraturan (sayur-mayur,
ramah-tamah)
Ø
Gabungan kata atau kata majemuk
Ø
Penulisan Kata Depan (preposisi)
Kata depan di, ke, dan dari ditulis
terpisah dari kata yang mengikutinya. Contoh: di rumah; di sini; di mana; di
samping; ke mana; ke sana; ke muka; dari mana; dari rumah; dll.
Tetapi, perhatikan awalan di- dan ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Contoh:
disampaikan; dibaca; dikemukakan; ketujuh; keputusan; kekasih; dll.
Ø
Tanda Titik (.)
Tanda titik dipakai pada akhir kalimat
yang bukan pertanyaan atau seruan. Contoh: Saya suka makan nasi. Apabila
dilanjutkan dengan kalimat baru, harus diberi jarak satu ketukan.
Tanda titik dipakai pada akhir singkatan
nama orang.
Contoh:
Ø
George W. Bush
Ø
Irwan S. Gatot
Apabila nama itu ditulis lengkap, tanda
titik tidak dipergunakan.
Contoh: Dwiki Halla
Tanda titik dipakai pada akhir singkatan
gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan.
Contoh:
Ø
S.E. (sarjana ekonomi)
Ø
Kol. (kolonel)
Ø
Bpk. (bapak)
Ø
Kol. (kolonel)
Ø
Dr. (doktor)
Tanda titik dipakai pada
singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum.Pada singkatan yang terdiri
atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu tanda titik.
Contoh:
Ø
dll. (dan lain-lain)
Ø
dsb. (dan sebagainya)
Ø
tgl. (tanggal)
Ø
hlm. (halaman)
Tanda titik dipakai untuk
memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka
waktu.
Contoh:
Ø
Pukul 9.11.12 (pukul 7 lewat 10 menit 12 detik)
Ø
0.20.30 jam (20 menit, 30 detik)
Tanda titik dipakai untuk
memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.
Contoh: Kota kecil itu
berpenduduk 51.156 orang.
Tanda titik tidak dipakai
untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan
jumlah.
Contoh:
Ø
Nama Ivan terdapat pada halaman 1210 dan dicetak
tebal.
Ø
Nomor Giro 033983 telah saya berikan kepada Mamat.
Ø
Tanda Koma (,)
Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur
dalam suatu pemerincian atau pembilangan. Contoh: Saya menjual baju, celana,
dan topi. Contoh penggunaan yang salah: Saya membeli udang, kepiting dan ikan.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan
kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang berikutnya, yang didahului
oleh kata seperti, tetapi, dan melainkan. Contoh: Saya bergabung dengan
Wikipedia, tetapi tidak aktif.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak
kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk
kalimatnya.
Contoh:
Ø
Kalau hari hujan, saya tidak akan datang.
Ø
Karena sibuk, ia lupa akan janjinya.
Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan
anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mengiringi induk
kalimat. Contoh: Saya tidak akan datang kalau hari hujan.
Tanda koma dipakai di belakang kata atau
ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di
dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi
pula, meskipun begitu,akan tetapi.
Contoh:
Ø
Oleh karena itu, kamu harus datang.
Ø
Jadi, saya tidak jadi datang.
Tanda koma dipakai di belakang kata-kata
seperti o, ya, wah, aduh, kasihan, yang terdapat pada awal kalimat.
Contoh:
Ø
O, begitu.
Ø
Wah, bukan main.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan
petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. Contoh: Kata adik, "Saya
sedih sekali".
Ø
Tanda Titik Koma (;)
Tanda titik koma dapat dipakai untuk
memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara. Contoh: Malam makin
larut; kami belum selesai juga.
Tanda titik koma dapat dipakai untuk
memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti
kata penghubung. Contoh: Ayah mengurus tanamannya di kebun; ibu sibuk bekerja
di dapur; adik menghafalkan nama-nama pahlawan nasional; saya sendiri asyik
mendengarkan siaran pilihan pendengar.
Ø
Tanda Titik Dua (:)
Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu
pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
Contoh:
Ø
Kita sekarang memerlukan perabotan rumah tangga:
kursi, meja, dan lemari.
Ø
Fakultas itu mempunyai dua jurusan: Ekonomi Umum dan
Ekonomi Perusahaan.
Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau
ungkapan yang memerlukan pemerian 'pemeran'.
Contoh:
·
Ketua :
Putra
·
WakilKetua : Sari
·
Sekretaris :
Hernanda
Tanda titik dua dipakai dalam teks drama
sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Contoh:
·
Boris : "Jangan lupa perbaiki halaman
bantuan Wikipedia!"
·
Ranto : "Siap, Boss!"
Tanda titik dua dipakai (i) di antara
jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab
suci, atau (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan.
Contoh:
Ø
Tempo, I (1971), 34: 7
Ø
Surah Yasin:9
Ø
Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah
Studi, sudah terbit.
Tanda titik dua dipakai untuk menandakan
nisbah (angka banding).
Contoh: Nisbah siswa laki-laki terhadap perempuan ialah 2 : 1.
Contoh: Nisbah siswa laki-laki terhadap perempuan ialah 2 : 1.
Tanda titik dua tidak dipakai kalau
rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
Contoh: Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari.
IV.
Hasil dan Pembahasan
Setelah
peneliti melakukan beberapa tahap dalam penelitian analisis teks ini, pertama
mengumpulkan sampel proposal, selanjutnya membaca, dilanjutkan dengan menandai
unsur-unsur kesalahan, mencatat dalam tabel dan terakhir menghitung jumlah dan
presentase kesalahan, maka didapatlah hasil temuan penelitian sebagai berikut,
dilanjutkan dengan deskripsinya dengan analisis isi.
4.1 Penulisan Huruf Besar
(Kapital)
Penulisan huruf besar atau yang disebut
dalam istilah ketatabahasaan sebagai huruf kapital.Banyak makna dan fungsi yang
ditimbulkan apabila penulisan huruf capital salah dalam penggunaannya.
Huruf besar atau yang disebut juga dengan istilah
kebahasaan sebagai huruf kapital.Berdasarkan buku ejaan yang disempurnakan,
terdapat 15 bentuk atau ketentuan dalam penggunaan huruf kapital dalam penulisan
bahasa Indonesia.
Berdasarkan analisis data pada kategori penulisan
huruf kapital yang terdapat pada sampel yang diambil berdasarkan analisis teks
proposal skripsi mahasiswa terdapat tingkat kesalahan penulisan kata yang
paling tinggi frekuensinya sebanyak 850 bentuk kesalahan dengan jumlah
persentase kesalahan 40,59 % dari 32 sampel proposal.
Hal ini menunjukkan bahwa dalam penulisan proposal
skripsi khususnya mahasiswa PGMI semester VIII penulisan hurup besar (kapital)
masuk dalam kategori yang terbanyak terdapat kesalahan. Adapun kesalahan
penulisan huruf besar (kapital) banyak terdapat pada awal kalimat, nama tempat,
nama orang, nama bulan serta dalam penulisan pengarang buku. (kategori nama
orang), tempat terbit, dan penerbit.
4.2 Penulisan ejaan yang
disempurnakan (EYD)
Penulisan ejaan atau yang disebut juga penulisan yang
benar berdasarkan pedoman umum ejaan yang disempurnakan (EYD). Kata yang
terdiri dari susunan huruf yang mempunyai makna, setiap susunan huruf dalam
bahasa tentu akan menghasilkan bunyi yang berbeda, dari bunyi yang berbeda
tentu akan menghasilkan makna yang berbeda juga. Penelitian analisis teks ini
menemukan sebanyak kesalahan 681 bentuk kesalahan penulisan ejaan dalam sampel
skripsi mahasiswa dengan jumlah persentasae kesalahan 32, 52%, misalnya:
Ø tersusu dengan tersusun
Ø unyuk dengan untuk
Ø hinggs dengan hingga, dll
Apabiladitelaah makna yang ditimbulkan oleh kesalahan
penulisan ejaan yang digunakan salah seorang mahasiswa PGMI kelas reguler dalam
suatu laporan maka menghasilkan makna yang berbeda. Makna kata tersusu adalah
menysui seorang anak dengan tidak sengaja, padahal makan dan kata yang
dituliskan oleh seorang penulis skripsi adalah, kata tersusun dengan makna kata,
susunan sesuatu hal. Begitu juga dengan kata kedua, unyuk dengan untuk, kata
unyuk adalah bahasa prokem yang kadang digunakan oleh para remaja, yang mereka
maknai dengan mengemeskan, sedangkan makna sebenarnya yang dimaksud adalah kata
untuk, yang bermakna tertuju, atau menyatakan peruntukkan.Jadi betapa besarnya
kekeliruan makna yang ditimbulkan oleh suatau kesalahan penulisan kata dalam
suatu keterampilan menulis mahasiswa, khusunya dalam proposal skripsi.
Dalam penulisan ejaan bahasa Indonesia, berdasarkan
ejaan yang disempurnakan terdapat 7 kategori ejaan dalam peristilahan. Pada
analisis teks ini ejaan yang peneliti maksudkan adalah penulisan/ penggunaan
ejaan secara umum.
4.3 Penulisan kata depan
(preposisi)
Penulisan kata depan yang ditemui pada penulisan
bahasa proposal mahasiswa yang disebut dengan istilah kebahasaan preposisi.
Kesalahan penulisan preposisi terdapat sebanyak 282 dengan tingkat persentase
kesalahan 13, 46 % bentuk kesalahan, kesalahan terjadi dari bentuk pengabungan
kata depan dengan kata yang mengikutinya dan sebaliknya terpisah darai kata
yang menggikutinya. Penulisan kata depan di, ke, dari menurut pedoman ejaan
yang disempurnakan adalah dipisah, apabila kata tersebut menyatakan tempat.
Penulisan kata depan digabung apabila suatu kata tersebut tidak menyatakan
tempat.
Penulisan kata dalam bahasa Indonesia terbagi dalam 10
bentuk atau ketentuan. Adapun penulisan kata yang peneliti maksudkan pada
penelitaian teks ini adalah penulisan kata depan.
Berdasarkan hasil analisis data yang peneliti temukan
pada sampel penelitian, terdapat kesalahan penulisan kata depan (di, ke, dari)
sebanyak 282 kata depan, dengan urutan ketiga dengan frekuensi kesalahan
13,46%, pada proposal mahasiswa STAIN Curup semester VIII tahun akademik
2012/2013 dan dengan jumlah tersebut termasuk dalam kategori banyak. Adapun
kata depan yang banyak kesalahan dalam penggunaannya adalah kata depan “di”
dalam kalimat. Penggunaan kata depan “di” dalam kalimat ada dua macam yaitu
kata depan “di” untuk menunjukkan tempat, yang harus dituliskan terpisah dari
kata yang menunjukkan tempat. Kemudian kata depan “di” untuk merupakan sebuah
awalan untuk sebuah kata kerja pasif, yang harus digabungkan pada kata yang
diawalinya.
Penulisan kata depan dipisah dari kata yang diikutinya
apabila kata yang diikutinya atau kata dodepannya menyatakan tempat. Kemudian
selain kata depan “di” ada juga kata depan “ke”, dan dari yang pada pedoman
seharusnya ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali di dalam
gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti “kepada” dan
“daripada”. (Pusat Pembinan Bahasa, 2000: 14)
4.4 Penulisan tanda baca
Kesalahan tanda baca dalam proposal mahasiswa yang
dimaksud meliputi tanda baca (.), koma (,), titik dua (:), titik koma (;) dan
tanda baca petik (“). Kesalahan penulisan kelima tanda baca tersebut terdapat
sebanyak 281 dengan tingkat persentase 13,41 %.
Dalam pedoman penulisan ejaan yang disempurnakan, pada
penulisan bahasa Indonesia, terdapat 15 pemakaian tanda baca, pada penelitian
ini peneliti mempokuskan pada penulisan terhadap penggunaan tanda baca secara
umum.
Ketidaktepatan penulisan tanda baca: titik (.), koma
(,) titik dua (:) titik koma (;), tanda petik dua (“). Peneliti menemukan
sampel penelitian sebanyak 281 kesalahan, merupakan tingkaturutan keempat
dengan frekuensi 13,41 %, pada proposal mahasiswa STAIN Curup Prodi PGMI
semester VIII tahun akademik 2012/2013, dan termasuk dalam kategori sedang.
Adapun kesalahan terbanyak yang ditemui adalah pada penggunaan tanda baca titik
(.) umumya penggunaan pada akhir kalimat, sebuah kalimat harus diakhiri oleh
tanda titik, seperti untuk menyatakan satu kalimat yang bukan pertanyaan atau
seruan.
Selanjutnya kesalahan tanda baca koma (,), titik
koma(;), titik dua (:) dan tanda baca petik (“) ditemukan juga pada proposal
mahasiswa sebagaimana tercantum pada tabel kesalahan penulisan tanda baca. Dan
kesalahan penggunaan keempat tanda baca tersebut tidak terlalu banyak, namun
akan mempengaruhi kaidah tata bahasa yang seharusnya digunakan/diterapkan dalam
penulisan karya ilmiah. Misalnya pada penggunaan tanda baca koma (,) yang pada
pedoman EYD disebutkan salah satunya dipakai di antara bagian-bagian dalam
catatan kaki, contoh:
Ø
W. J. S. Poerwadarminta, Bahasa Indonesia untuk
Karang-mengarang (Yogyakarta: UP Indonesia. 1967), h 4.
Sedangkan
kesalahan yang ditemukan dalam catatan kaki penggunaan tanda baca koma (,)
tidak tepat misalnya setelah penulisan tahun 2005). menggunakan tanda titik,
sedangkan yang seharusnya tanda koma (,), dan begitu juga setelah (hlm,)
menggunakan tanda koma, yang seharusnya menggunakan tanda baca titik (.).
5
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti
lakukan sebagaimana telah diuraikan dalam bab empat dan lima sebelumnya, maka
dapat disimpulkan sebagai berikut:
Ø
Kesalahan penulisan huruf besar (kapital) pada
proposal mahasiswa STAIN Curup semester VIII tahun akademik 2012/2013 sebanyak
850 kata, dengan persentase sebesar 40,59%, dan jumlah tersebut termasuk dalam
frekuensi urutan pertama atau yang tertinggi.
Ø
Kesalahan penulisan ejaan pada proposal mahasiswa
STAIN Curup semester VIII tahun akademik 2012/2013 sebanyak 681 kata, dengan
persentase sebesar 32, 52 %, dan termasuk dalam frekuensi urutan kedua
terbanyak.
Ø
Kesalahan penulisan kata depan (di, ke dan dari) pada
proposal mahasiswa STAIN Curup semester VIII tahun akademik 2012/2013 sebanyak
282 kata, dengan persentase sebesar 13,46%, dan jumlah tersebut termasuk dalam
frekuensi urutan ketiga terbanyak.
Ø
Kesalahan penulisan tanda baca titik (.), koma (,),
titik dua (:), titik koma (;), dan petik (“) pada proposal mahasiswa STAIN
Curup semester VIII tahun akademik 2012/2013 sebanyak 281 kata, dengan
persentase sebesar 13,41%, dan jumlah tersebut termasuk dalam frekuensi urutan
keempat terbanyak.
6
Saran
Berdasarkan
hasil penelitian dari sumber data yang peneliti temukan sesuai dengan judul
“Analisis Kesalahan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dalam Proposal Penelitian
Mahasiswa Reguler PGMI STAIN Curup Semester VIII, maka peneliti menyarankan
kepada pihak-pihak terkait beberapa hal sebagai berikut:
a.
Saran berkaitan dengan analisis selanjutnya,
berdasarkan pada hasil analisis penelitian ini dapat digunakan oleh peneliti lainnya
sebagai bahan acuan dan pertimbangan untuk melakukan suatu penelitian lebih
lanjut dan lebih banyak lagi pada karya-karya ilmiah lainnya.
b.
Saran yang berkaitan dengan mahasiswa, berdasaran
hasil analisis penelitian ini dapat memberi kontribusi agar penggunakan EYD
sebagai pedoman dalam menulis ilmiah (dalam hal ini proposal skripsi), harus
dijadikan suatu referensi penting, sehingga tulisan karya ilmiah yang
dihasilkan akan bermutu tinggi
c.
Saran yang sangat berkaitan dengan peneliti selaku
dosen bahasa Indonesia, harus memperhatikan penggunaan ejaan yang
disempurnakan, dalam kegiatan keterampilan berbahasa mahasiswa, terutama pada
kegiatan menulis dan khusunya pada kegiatan mahasiswa dalam menulis ilmiah.
7
Daftar Pusaka
·
Abdul Chaer, Linguistik
Umum. Jakarta: Rineka Cipta, 2002
· Abdul Halim Hanafi, Metodologi Penelitian Bahasa untuk Penelitian, Tesis, & Disertasi, Jakarta:
Diadit Media Press, 2011
·
Alwi, Hasan et all,Tata
Bahasa Baku Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2003
·
Departemen Pendidikan Nasioal Republik Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:
2008
·
Depdikbud, Tata
bahasa Baku Bahasa Indonesia, (Jakarata: Balai Pustaka. 1988)
·
Gie, The Liang, Terampil
Mengarang, Yogyakarta: Andi Offset, 2002
·
Keraf, Gorys. Sebuah
Pengantar Kemahiran Bahasa. Ende: Nusa Indah. 1993
·
Lexi J Moleong, Metodologi
Penelitian Kulaitatif, Bandung: Remaja Karya, 2004
·
Mungin Edi Wibowo, Buku
Penuntun Membuat Thesis dan Skripsi, Jakarta: 2003
·
Prastyaningsih, Luluk, Ilmu Bahasa (Linguistik), Malang: FKIP Unisma, 2001
·
Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, Tata Bahasa, Jakarta: 1988
·
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departeman
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonsia yang Disempurnakan & Pedoman
Umum Pembentukan Istilah, Bandung: Pustaka Setia, 1996
·
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Depdikbud. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang
Disempurnakan. Bandung : Pustaka Setia,1987
·
Ronny Kountur, Metode
Penelitian untuk Penulisan Skripsi dan Tesis (Jakarta: PPM, 2004)
·
Wirjosoedarmo, Soekono, Tata Bahasa bahasa Indonesia. Untuk SMA_Universitas Pegangan Guru.
Surabaya: Sinar Wijaya, 1987
·
Werdiningsih, Dyah, Menulis I. Malang: FKIP Unisma, 2002
·
Widjajanti, Sri. Kesalahan
dan Penggunaan Kalimat pada Skripsi Mahasiswa Jurusan Non-Bahasa dan Sastra
Indonesia Universitas Madura, Malang: Pascasarjana (Tesis), 2006)
·
Naskah Publikasi pdf
Subscribe to:
Comments (Atom)
